
Pernahkah Anda merasa bingung saat auditor menanyakan laporan keuangan terbaru atau saat bagian akuntansi menyebutkan istilah-istilah standar akuntansi yang baru? Bagi pemilik bisnis atau praktisi HRD, mengikuti perubahan aturan akuntansi sering kali terasa seperti mencoba membaca peta tanpa kompas. Salah satu perubahan besar yang sedang hangat diperbincangkan di dunia usaha adalah kehadiran SAK EP.
SAK EP adalah singkatan dari Standar Akuntansi Keuangan Entitas Privat. Sederhananya, ini adalah aturan main baru dalam menyusun laporan keuangan yang ditujukan untuk perusahaan yang tidak memiliki akuntabilitas publik signifikan. Jika perusahaan Anda sebelumnya menggunakan SAK ETAP, maka sekarang saatnya bersiap untuk beralih karena SAK EP hadir sebagai penggantinya dengan aturan yang lebih modern namun tetap berusaha tampil simpel.
Namun, meskipun judulnya untuk entitas privat atau perusahaan yang lebih sederhana, urusan perhitungan imbalan kerja atau pesangon karyawan tetap tidak bisa dianggap remeh. Ada beberapa hal krusial yang berubah dan wajib Anda pahami agar laporan keuangan tetap akurat dan tidak mendapat catatan merah dari auditor.
Apa Itu SAK EP dan Mengapa Penting bagi Anda?
SAK EP dirancang untuk memberikan standar yang lebih relevan dengan perkembangan bisnis saat ini. Bayangkan SAK EP seperti versi lite dari PSAK penuh (yang sekarang bernama PSAK 219). Standar ini memberikan kemudahan bagi perusahaan menengah agar laporan keuangannya tetap punya kualitas tinggi tanpa harus serumit perusahaan yang sudah melantai di bursa saham.
Pentingnya memahami SAK EP terletak pada bagaimana perusahaan mencatat janji-janji masa depan kepada karyawan. Setiap rupiah yang Anda janjikan sebagai pesangon atau manfaat pensiun harus tercermin dalam laporan keuangan saat ini. Tanpa standar yang benar, kesehatan keuangan perusahaan Anda bisa terlihat lebih baik atau lebih buruk dari kenyataan yang sebenarnya.
Menerapkan SAK EP berarti Anda mulai merapikan catatan kewajiban jangka panjang. Ini bukan sekadar urusan angka, tapi tentang transparansi dan kepastian bahwa perusahaan mampu memenuhi janji tersebut di kemudian hari.
Penggunaan Metode Proyeksi Unit Kredit (PUC)
Dalam standar lama (SAK ETAP), perhitungan pesangon sering kali dilakukan dengan cara yang lebih sederhana. Namun, di bawah SAK EP, perusahaan wajib menggunakan metode yang disebut Proyeksi Unit Kredit atau Projected Unit Credit (PUC).
Apa itu PUC? Bayangkan Anda sedang menyicil biaya pendidikan anak. Anda tidak hanya melihat biaya sekolah hari ini, tapi Anda memproyeksikan berapa biaya sekolah saat anak Anda masuk kuliah nanti, lalu Anda mencicil tabungannya sedikit demi sedikit setiap tahun.
Metode PUC bekerja dengan cara yang sama. Aktuaris akan menghitung berapa perkiraan gaji karyawan saat dia pensiun nanti, lalu menghitung berapa nilai uang tersebut jika ditarik ke masa sekarang. Dengan metode ini, beban biaya yang dicatat perusahaan menjadi lebih merata setiap tahunnya, tidak menumpuk di saat karyawan tersebut benar-benar berhenti bekerja.
Asumsi Aktuaria yang Lebih Realistis
Dalam perhitungan aktuaria untuk SAK EP, penggunaan asumsi menjadi sangat krusial. Asumsi ini ibarat bahan bakar dalam mesin perhitungan. Jika asumsinya salah, maka hasil akhirnya juga akan meleset jauh.
Beberapa asumsi yang harus diperhatikan antara lain:
- Tingkat Diskonto: Ini adalah angka bunga yang digunakan untuk menghitung nilai kini dari uang di masa depan. Bayangkan jika Anda dijanjikan 10 juta rupiah sepuluh tahun lagi, nilainya hari ini tentu tidak sampai 10 juta karena adanya faktor bunga dan inflasi.
- Kenaikan Gaji: Perusahaan harus memprediksi berapa rata-rata kenaikan gaji karyawan setiap tahunnya hingga mereka pensiun.
- Tingkat Perputaran Karyawan (Turnover): Prediksi berapa banyak karyawan yang mungkin mengundurkan diri sebelum mencapai usia pensiun atau masa kerja tertentu.
- Tingkat Kematian (Mortalita): Perkiraan risiko berdasarkan tabel statistik harapan hidup untuk menentukan peluang pembayaran manfaat.
Semua asumsi ini harus didasarkan pada data historis perusahaan dan kondisi ekonomi terkini agar angka yang muncul dalam laporan keuangan benar-benar mencerminkan realita.
Perlakuan Terhadap Keuntungan dan Kerugian Aktuaria
Satu hal yang sering membuat pusing dalam akuntansi imbalan kerja adalah adanya selisih antara apa yang diprediksi dengan apa yang sebenarnya terjadi. Misalnya, Anda memprediksi kenaikan gaji 5%, tapi kenyataannya naik 7%. Selisih ini disebut keuntungan atau kerugian aktuaria.
Dalam SAK EP, ada aturan yang lebih tegas mengenai bagaimana mencatat selisih ini. Berbeda dengan standar yang lebih kompleks yang terkadang memperbolehkan selisih ini dicatat di “kantong” khusus bernama OCI (Pendapatan Komprehensif Lain), SAK EP mewajibkan perusahaan untuk lebih disiplin dalam pengakuannya.
Tujuannya jelas, agar pembaca laporan keuangan bisa melihat dampak langsung dari perubahan asumsi tersebut terhadap laba atau rugi perusahaan di tahun berjalan. Ini memberikan gambaran yang lebih jujur tentang bagaimana manajemen mengelola kewajiban imbalan kerjanya.
Pentingnya Melakukan Valuasi Aktuaria Secara Rutin
Mungkin Anda berpikir, “Bukannya saya hanya perlu menghitung pesangon saat ada yang keluar?” Jawabannya adalah tidak. Berdasarkan SAK EP, perusahaan harus memiliki angka kewajiban (liabilitas) yang selalu diperbarui dalam laporan keuangan tahunan.
Valuasi aktuaria rutin membantu perusahaan untuk:
- Menghindari kejutan biaya besar di masa depan saat banyak karyawan pensiun bersamaan.
- Memberikan kepercayaan kepada investor atau perbankan bahwa perusahaan dikelola dengan profesional.
- Memastikan kepatuhan terhadap aturan pajak dan audit keuangan.
Tanpa laporan aktuaria yang valid, auditor mungkin akan memberikan opini yang kurang baik terhadap laporan keuangan Anda, yang tentunya bisa menghambat proses bisnis seperti pengajuan pinjaman atau kerjasama strategis.
Manfaat SAK EP untuk Perencanaan Arus Kas
Banyak pemilik bisnis merasa bahwa perhitungan aktuaria hanya menambah beban biaya di atas kertas. Padahal, jika dilihat dari sudut pandang strategi bisnis, SAK EP justru membantu Anda merencanakan arus kas dengan lebih baik.
Dengan mengetahui proyeksi nilai kewajiban di masa depan, Anda bisa mulai menyiapkan dana cadangan atau melakukan pendanaan melalui program asuransi atau DPLK (Dana Pensiun Lembaga Keuangan). Ini jauh lebih aman daripada harus mengeluarkan dana besar secara mendadak dari modal kerja perusahaan saat terjadi pemutusan hubungan kerja massal atau masa pensiun emas.
Ibarat sedia payung sebelum hujan, SAK EP memaksa kita untuk melihat seberapa besar “hujan” kewajiban yang akan datang, sehingga kita bisa menyiapkan “payung” keuangan yang cukup lebar.
Mempersiapkan Transisi dari Standar Lama
Bagi perusahaan yang baru akan berpindah ke SAK EP, langkah pertama adalah melakukan audit internal terhadap data karyawan. Pastikan data tanggal lahir, tanggal masuk kerja, dan rincian gaji sudah akurat. Kesalahan satu digit pada tanggal lahir bisa mengubah hasil perhitungan aktuaria secara signifikan.
Selanjutnya, komunikasikan dengan konsultan aktuaria Anda untuk memetakan perbedaan mencolok antara cara lama yang Anda gunakan dengan standar SAK EP yang baru. Proses transisi ini mungkin terlihat teknis, namun dengan pendampingan yang tepat, semuanya bisa berjalan dengan mulus.
Jangan menunggu hingga mendekati tenggat waktu laporan tahunan. Mempersiapkan transisi lebih awal akan memberikan Anda waktu lebih banyak untuk menyesuaikan strategi anggaran perusahaan.
Solusi Praktis untuk Bisnis Anda
Mengelola transisi ke SAK EP memang menantang, tapi Anda tidak perlu melakukannya sendirian. Memahami setiap detail aturan baru ini membutuhkan ketelitian dan keahlian khusus agar laporan keuangan Anda tidak hanya patuh secara hukum, tetapi juga memberikan nilai tambah bagi bisnis.
Jika Anda merasa masih ada yang mengganjal tentang bagaimana SAK EP memengaruhi perhitungan pesangon atau dana pensiun di perusahaan Anda, tim ahli kami siap membantu. Kami akan menyederhanakan proses yang rumit ini menjadi solusi yang mudah diterapkan sehingga Anda bisa tetap fokus pada pengembangan bisnis utama Anda.
Mari pastikan laporan keuangan Anda mencerminkan kesehatan perusahaan yang sesungguhnya. Hubungi imbalankerja.id sekarang untuk konsultasi lebih lanjut mengenai valuasi aktuaria dan implementasi standar terbaru di perusahaan Anda.


