
Pernahkah Anda merasa beban pajak perusahaan terasa begitu mencekik, sementara di sisi lain Anda juga harus memikirkan kesejahteraan masa depan karyawan? Banyak pemilik bisnis dan staf HR merasa terjepit di antara dua kepentingan ini. Di satu sisi ingin hemat, di sisi lain ingin memberikan yang terbaik untuk tim agar mereka loyal.
Sebenarnya ada satu strategi cerdas yang bisa menyelesaikan kedua masalah tersebut sekaligus. Strategi ini melibatkan Dana Pensiun Lembaga Keuangan atau yang biasa kita kenal dengan sebutan DPLK.
Mungkin selama ini Anda menganggap DPLK hanya sekadar tempat menabung untuk masa tua. Namun, bagi sebuah perusahaan, DPLK adalah alat efisiensi keuangan yang luar biasa, terutama dalam hal penghematan pajak. Mari kita bedah bagaimana cara kerjanya dengan bahasa yang lebih sederhana.
Apa Itu DPLK dan Mengapa Perusahaan Membutuhkannya
DPLK adalah badan hukum yang mengelola program pensiun untuk perorangan maupun karyawan perusahaan. Bayangkan DPLK sebagai celengan besar yang dikelola secara profesional oleh bank atau perusahaan asuransi.
Bagi perusahaan, menyisihkan dana ke DPLK bukan berarti uangnya hilang. Justru, ini adalah cara mencicil kewajiban masa depan. Ingat, setiap karyawan yang bekerja punya hak atas pesangon atau dana pensiun saat mereka berhenti nanti.
Daripada membayar sekaligus dalam jumlah besar saat karyawan pensiun yang bisa mengganggu arus kas, lebih baik dicicil setiap bulan. Di sinilah letak keajaiban pertamanya: biaya yang Anda keluarkan untuk iuran ini bisa langsung diakui sebagai pengurang pajak.
Penghematan Pajak Penghasilan Badan (PPh 25/29)
Ini adalah aspek yang paling disukai oleh pemilik bisnis. Dalam aturan perpajakan di Indonesia, semua biaya yang dikeluarkan perusahaan untuk kepentingan mendapatkan, menagih, dan memelihara penghasilan boleh menjadi pengurang pajak.
Iuran DPLK yang dibayarkan oleh perusahaan untuk karyawannya dianggap sebagai biaya resmi perusahaan. Artinya, total keuntungan perusahaan yang akan dikenakan pajak akan mengecil karena dipotong oleh biaya iuran DPLK ini.
Sebagai contoh sederhana, jika perusahaan Anda punya keuntungan 1 miliar rupiah dan iuran DPLK yang dibayar adalah 100 juta rupiah, maka pajak hanya akan dihitung dari 900 juta rupiah saja. Anda berhasil “mengamankan” sebagian uang perusahaan agar tidak habis hanya untuk membayar pajak.
Keuntungan Pajak bagi Karyawan (PPh 21)
Bukan hanya perusahaan yang untung, karyawan Anda pun akan merasa sangat terbantu. Biasanya, gaji yang diterima karyawan langsung dipotong pajak penghasilan (PPh 21). Namun, iuran DPLK memiliki perlakuan istimewa.
Iuran DPLK yang dibayarkan perusahaan untuk karyawan bukan merupakan objek pajak bagi si karyawan pada saat iuran tersebut disetorkan. Artinya, meskipun kesejahteraan karyawan bertambah (lewat saldo DPLK), gaji bersih yang mereka terima setiap bulan tidak akan berkurang drastis karena potongan pajak tambahan.
Pajak tersebut baru akan dikenakan nanti, bertahun-tahun kemudian saat karyawan pensiun dan mencairkan dananya. Hebatnya lagi, tarif pajak saat pencairan dana pensiun biasanya jauh lebih rendah dibandingkan tarif pajak gaji bulanan. Ini adalah bentuk penghematan jangka panjang yang sangat dihargai oleh karyawan profesional.
Mengurangi Beban Cadangan dalam Laporan Keuangan
Bagi perusahaan yang sudah diaudit, ada kewajiban untuk mencatat “hutang masa depan” untuk pesangon karyawan. Dalam dunia akuntansi, ini sering disebut sebagai imbalan kerja. Jika tidak ada dana yang dicadangkan, angka hutang ini akan terlihat besar di neraca keuangan dan bisa membuat performa perusahaan terlihat kurang sehat.
Dengan mengikuti program DPLK, perusahaan sebenarnya sedang memindahkan angka hutang tersebut menjadi aset yang nyata. Auditor akan melihat bahwa perusahaan Anda sudah memiliki persiapan dana yang cukup untuk membayar hak karyawan.
Hal ini secara tidak langsung meningkatkan kredibilitas perusahaan di mata investor atau bank. Perusahaan dianggap memiliki manajemen risiko yang baik karena tidak membiarkan kewajiban masa depan menumpuk tanpa kepastian dana.
Simulasi Sederhana Efisiensi Dana
Mari kita lihat perbandingan sederhana agar lebih mudah dipahami. Anggaplah ada dua perusahaan, Perusahaan A dan Perusahaan B, yang sama-sama memiliki kewajiban pensiun karyawan sebesar 500 juta rupiah.
Perusahaan A memilih untuk tidak ikut DPLK dan membayar pesangon langsung saat karyawan keluar. Saat waktunya tiba, mereka harus mengeluarkan 500 juta tunai, yang tidak jarang mengganggu operasional atau bahkan memaksa perusahaan meminjam uang ke bank.
Perusahaan B mencicil lewat DPLK setiap tahun sebesar 50 juta. Setiap tahun, 50 juta tersebut mengurangi pajak perusahaan. Saat karyawan pensiun setelah 10 tahun, dananya sudah tersedia di DPLK beserta hasil investasinya. Perusahaan B tidak perlu pusing mencari dana segar secara mendadak.
Dari simulasi ini, terlihat bahwa Perusahaan B jauh lebih stabil secara finansial dan mendapatkan manfaat diskon pajak setiap tahunnya.
DPLK sebagai Alat Retensi Karyawan Terbaik
Di tengah persaingan bisnis yang ketat, mempertahankan karyawan berbakat (top talent) adalah tantangan tersendiri. Memberikan kenaikan gaji saja terkadang tidak cukup. Karyawan masa kini sudah mulai sadar akan pentingnya jaminan hari tua.
Dengan fasilitas DPLK, karyawan merasa memiliki “jangkar” di perusahaan tersebut. Mereka tahu bahwa setiap bulan, perusahaan memberikan kontribusi nyata untuk masa tua mereka yang tidak bisa diambil sembarangan.
Ini menciptakan rasa tenang bagi karyawan dalam bekerja. Karyawan yang tenang dan merasa dihargai cenderung lebih produktif dan tidak mudah tergoda untuk pindah ke perusahaan pesaing yang mungkin hanya menawarkan gaji tinggi tanpa tunjangan masa depan.
Cara Memulai Program DPLK di Perusahaan
Mendaftarkan perusahaan ke program DPLK sebenarnya tidak serumit yang dibayangkan. Langkah pertamanya adalah melakukan perhitungan awal untuk menentukan berapa besaran iuran yang ideal bagi kemampuan finansial perusahaan Anda.
Anda bisa berkonsultasi dengan tenaga ahli untuk menghitungkan proyeksi kewajiban karyawan Anda. Setelah angka ideal ditemukan, Anda tinggal memilih pengelola DPLK yang memiliki rekam jejak investasi yang baik dan transparan.
Pastikan juga Anda memberikan sosialisasi kepada karyawan agar mereka paham bahwa program ini adalah bentuk kepedulian perusahaan terhadap masa depan mereka, bukan sekadar potongan administrasi semata.
Strategi Finansial yang Berkelanjutan untuk Masa Depan
Menerapkan efisiensi pajak melalui DPLK adalah langkah strategis yang menunjukkan kematangan sebuah bisnis. Anda tidak hanya patuh pada regulasi pemerintah, tetapi juga melakukan optimasi keuangan yang cerdas.
Ingatlah bahwa bisnis yang sehat adalah bisnis yang mampu mengelola kewajibannya sejak dini. Jangan menunggu hingga tagihan pesangon menumpuk dan menjadi beban yang memberatkan langkah perusahaan Anda di masa depan.
Mulailah menyusun rencana hari tua untuk tim Anda hari ini, dan nikmati penghematan pajaknya sekarang juga. Jika Anda masih ragu mengenai perhitungan mana yang paling menguntungkan untuk skema bisnis Anda, jangan ragu untuk berdiskusi lebih lanjut.
Kami di imbalankerja.id siap membantu Anda membedah potensi penghematan dan merancang program imbalan kerja yang paling efisien untuk perusahaan Anda. Mari bangun masa depan bisnis yang lebih kokoh dan karyawan yang lebih sejahtera bersama-sama.


