
Saat bicara soal imbalan kerja, pikiran mayoritas pemilik bisnis dan HRD biasanya langsung tertuju pada dua hal besar: Pensiun dan Pesangon. Tidak salah memang, karena dua hal ini wajib secara hukum dan angkanya seringkali membuat pusing kepala.
Namun, ada satu “saudara kandung” dari mereka yang sering diabaikan. Ia duduk diam di pojokan neraca keuangan, sering dianggap remeh, tapi diam-diam bisa menggigit laporan laba rugi Anda jika tidak dikelola dengan benar.
Namanya adalah OLTEB.
Apa Itu OLTEB?
OLTEB adalah singkatan dari Other Long-Term Employee Benefits atau dalam bahasa Indonesia disebut Imbalan Kerja Jangka Panjang Lainnya.
Sederhananya, ini adalah janji manis perusahaan kepada karyawan yang baru akan ditepati di masa depan (lebih dari 12 bulan), tapi bukan saat pensiun.
Contoh paling nyata di lapangan adalah:
- Cuti Besar (Long Service Leave): Jatah istirahat panjang (misal 1 bulan) yang diberikan kepada karyawan setelah mereka bekerja selama 5 atau 6 tahun berturut-turut.
- Penghargaan Masa Kerja (Jubilee Awards): Hadiah loyalitas. Misalnya, karyawan yang sudah bekerja 10 tahun diberikan logam mulia, jam tangan mewah, atau bonus uang tunai spesial.
- Cuti Sabbatical: Cuti panjang untuk pengembangan diri atau riset yang masih digaji.
Mengapa Sering Terlupakan?
Alasan utamanya klasik: “Ah, nilainya kecil.”
Banyak perusahaan berpikir bahwa memberi cincin emas untuk karyawan yang sudah bekerja 15 tahun itu biayanya tidak seberapa dibanding pesangon. Karena dianggap kecil, perusahaan sering menggunakan metode Pay As You Go (bayar saat kejadian).
Jadi, kalau tahun ini tidak ada yang ulang tahun masa kerja, biaya nol. Kalau tahun depan tiba-tiba ada 10 orang yang mencapai masa kerja 10 tahun, barulah kas perusahaan keluar mendadak.
Di sinilah letak jebakannya.
Bahaya “Si Anak Tengah” bagi Laporan Keuangan
Dalam standar akuntansi (PSAK 24 atau yang terbaru PSAK 219), OLTEB memiliki perlakuan yang unik dan sedikit “kejam” dibandingkan dana pensiun.
Mari kita bandingkan dengan analogi sederhana:
Dana Pensiun (Imbalan Pasca Kerja):
Ibarat guru yang sabar. Jika perhitungan aktuaria meleset (misal asumsi gaji naik terlalu tinggi), selisih kerugiannya bisa “disembunyikan” dulu di laci meja bernama OCI (Other Comprehensive Income). Ini tidak langsung mengganggu rapor utama (Laporan Laba Rugi) perusahaan.
OLTEB:
Ibarat guru yang tegas dan galak. Jika ada perubahan asumsi atau selisih perhitungan, angkanya wajib langsung dimasukkan ke Laporan Laba Rugi tahun berjalan.
Bayangkan skenarionya: Tahun ini keuntungan bisnis Anda sedang tipis. Tiba-tiba, aktuaria menghitung ulang kewajiban Cuti Besar karyawan karena ada kenaikan gaji massal. Karena sifat OLTEB yang langsung memukul Laba Rugi, laporan keuangan Anda bisa mendadak merah atau labanya tergerus signifikan.
Tanpa persiapan matang, volatilitas ini bisa membuat pemilik bisnis kaget dan investor bertanya-tanya.
Bagaimana Cara Menjinakkannya?
Jangan biarkan OLTEB menjadi bom waktu. Solusinya sebenarnya sederhana, mirip dengan bagaimana Anda menyiapkan dana pendidikan anak.
1. Akui Bahwa Kewajiban Itu Ada
Jangan menunggu karyawan menagih janji Cuti Besar 5 tahun lagi. Cicil biayanya dari sekarang dalam pembukuan. Ini namanya prinsip akrual. Karyawan bekerja hari ini, berarti sebagian “hak” cuti besarnya sudah terbentuk hari ini.
2. Lakukan Valuasi Aktuaria
Aktuaris akan membantu Anda menghitung peluang. Berapa persen karyawan yang akan bertahan sampai 10 tahun untuk mengambil hadiah loyalitas itu? Berapa kira-kira gajinya nanti? Dengan hitungan ini, perusahaan bisa menyisihkan dana yang pas. Tidak kurang, tidak berlebihan.
3. Review Kebijakan Internal
Cek kembali Peraturan Perusahaan (PP) atau Perjanjian Kerja Bersama (PKB) Anda. Apakah janji-janji bonus jangka panjang ini sudah tertulis jelas? Seringkali kewajiban muncul bukan karena hukum negara, tapi karena janji perusahaan sendiri yang tertuang di kontrak.
Solusi untuk Bisnis Anda
Mengelola imbalan kerja bukan hanya soal kepatuhan hukum, tapi juga strategi menjaga arus kas agar tetap sehat dan terprediksi. OLTEB mungkin terlihat kecil satu per satu, tapi jika dikumpulkan, ia punya kekuatan untuk mengguncang stabilitas laba perusahaan Anda.
Sudah saatnya Anda memeriksa kembali komponen “terlupakan” ini dalam neraca Anda.
Jika Anda bingung harus mulai menghitung dari mana, tim kami di imbalankerja.id siap membantu Anda membedah struktur imbalan kerja yang efisien, rapi, dan tentu saja, tidak bikin pusing.


