Saat musim audit tiba, banyak praktisi HR dan bagian keuangan merasa kewalahan ketika auditor meminta laporan perhitungan aktuaria. Seringkali kebingungan muncul bukan karena proses perhitungannya, melainkan karena tidak tahu pasti data apa saja yang sebenarnya harus disiapkan sejak awal.

Mengumpulkan data untuk valuasi aktuaria memang bisa memakan waktu jika tidak ada panduan yang jelas. Padahal kelengkapan dan keakuratan data karyawan adalah fondasi utama agar nilai kewajiban imbalan kerja perusahaan Anda valid dan sesuai dengan standar akuntansi yang berlaku.

Kualitas hasil perhitungan sangat bergantung pada data yang Anda berikan. Jika data yang diserahkan kurang tepat, nilai kewajiban yang muncul di laporan keuangan bisa meleset jauh dan berpotensi merugikan arus kas operasional bisnis Anda di kemudian hari.

Berikut adalah daftar kelompok data krusial yang wajib Anda siapkan.

  1. Data Demografi Karyawan

Ini adalah kelompok data paling dasar namun sangat penting. Kumpulan informasi ini digunakan untuk memproyeksikan usia pensiun dan masa kerja karyawan.

Pastikan data ini mencakup daftar seluruh karyawan yang masih aktif. Anda perlu menyiapkan nomor induk karyawan, tanggal lahir, tanggal mulai bekerja di perusahaan, jenis kelamin, dan status kepegawaian apakah mereka karyawan tetap atau kontrak.

  1. Data Kompensasi dan Gaji

Kewajiban imbalan kerja seperti pesangon atau pensiun dihitung berdasarkan besaran gaji karyawan. Oleh karena itu, data penghasilan ini harus akurat dan merupakan data yang paling mutakhir.

Anda perlu menyiapkan rincian gaji pokok bulanan terakhir yang diterima karyawan. Jika perusahaan memberikan tunjangan yang bersifat tetap dan dibayarkan secara rutin setiap bulan, nilai tunjangan tersebut juga wajib dicantumkan dalam data ini.

  1. Dokumen Peraturan Perusahaan

Aturan internal perusahaan adalah acuan utama bagi aktuaris untuk menentukan hak apa saja yang akan diterima oleh karyawan. Dokumen ini menjadi dasar hukum dalam menghitung besaran manfaat.

Siapkan salinan Peraturan Perusahaan atau Perjanjian Kerja Bersama yang masih berlaku. Pastikan di dalamnya terdapat pasal yang mengatur tentang usia pensiun normal karyawan serta skema pembayaran pesangon atau penghargaan masa kerja.

  1. Data Historis Karyawan

Meskipun terlihat sebagai pelengkap, data historis membantu memproyeksikan asumsi masa depan dengan lebih masuk akal. Perusahaan yang rapi secara administratif biasanya memiliki data ini.

Data historis yang dibutuhkan meliputi tren rata-rata kenaikan gaji dalam beberapa tahun terakhir. Selain itu, catatan mengenai tingkat pengunduran diri karyawan pada tahun-tahun sebelumnya juga sangat membantu dalam membuat proyeksi perputaran tenaga kerja.

Langkah Cerdas untuk Masa Depan Bisnis Anda

Menyiapkan data karyawan yang rapi adalah langkah awal yang sangat krusial agar perusahaan memiliki transparansi keuangan yang baik. Setelah seluruh data terkumpul, proses mengolah angka tersebut menjadi laporan kewajiban yang valid membutuhkan tingkat ketelitian dan keahlian khusus agar sesuai dengan standar akuntansi. Anda tentu tidak perlu memusingkan kerumitan teknis dan proses matematisnya sendirian. Oleh karena itu, bekerja sama dengan konsultan aktuaria terpercaya adalah keputusan bijak. Kami di imbalankerja.id siap membantu Anda dengan layanan jasa perhitungan imbalan kerja karyawan yang akurat, efisien, dan tanpa kerumitan.

Siap Hadapi Audit Tanpa Revisi?

Dapatkan laporan valuasi aktuaria PSAK 219 yang akurat, sesuai regulasi terbaru, dan 100% didukung saat audit bersama aktuaris tersertifikasi kami.