Pernahkah Anda merasa ciut ketika mendengar kata standar akuntansi? Banyak pengusaha kecil dan menengah yang merasa urusan pembukuan sangat mengintimidasi. Apalagi jika sudah menyangkut urusan hak dan kewajiban karyawan di masa depan.

Banyak pemilik bisnis merasa butuh departemen keuangan yang besar untuk menghitung itu semua. Padahal urusan kewajiban kepada karyawan seperti pesangon dan uang pensiun terus berjalan bak argo taksi. Jika tidak dicatat dengan benar perusahaan bisa tiba-tiba kehabisan uang kas di kemudian hari.

Kabar baiknya dunia akuntansi punya jalan keluar khusus untuk bisnis skala menengah dan kecil. Anda tidak perlu menggunakan aturan rumit yang biasa dipakai oleh perusahaan raksasa multinasional.

Mengenal Apa Itu SAK ETAP

SAK ETAP adalah singkatan dari Standar Akuntansi Keuangan Entitas Tanpa Akuntabilitas Publik. Anggap saja standar ini sebagai aturan akuntansi versi ringan yang dirancang khusus untuk bisnis skala menengah. Aturan ini sangat cocok untuk usaha yang tidak menjual sahamnya di bursa efek.

Aturan ini dibuat karena pemerintah dan ahli keuangan sadar bahwa usaha kecil menengah memiliki sumber daya yang terbatas. Perusahaan rintisan, koperasi, atau bisnis keluarga tentu kesulitan jika harus mengikuti aturan pelaporan perusahaan raksasa.

Dengan menggunakan standar versi ringan ini perusahaan tetap bisa menyusun laporan keuangan yang rapi dan profesional. Laporan keuangan yang rapi sangat penting untuk menjaga kepercayaan perbankan jika suatu saat Anda butuh suntikan modal bisnis.

Ruang Lingkup Imbalan Kerja yang Diatur

Walaupun skalanya lebih kecil setiap bisnis pasti memiliki karyawan yang harus dipenuhi hak perlindungannya. Standar ini membagi hak atau imbalan karyawan ke dalam empat kelompok utama agar mudah dicatat oleh bagian personalia.

Berikut adalah empat jenis imbalan yang wajib dipahami oleh pemilik bisnis:

  • Imbalan kerja jangka pendek yang mencakup gaji bulanan, upah lembur, bonus tahunan, serta cuti berbayar.
  • Imbalan pasca kerja yang merupakan persiapan dana pensiun bagi karyawan setelah mereka resmi berhenti bekerja karena batas usia.
  • Imbalan kerja jangka panjang lainnya berupa penghargaan loyalitas seperti cuti besar atau hadiah emas bagi karyawan senior.
  • Pesangon pemutusan kerja yang merupakan kompensasi darurat jika perusahaan terpaksa harus memberhentikan karyawan sebelum waktunya.

Cara Sederhana Mengukur Liabilitas Karyawan

Dalam bahasa akuntansi, liabilitas ibarat tumpukan catatan utang atau kewajiban perusahaan yang harus dilunasi di masa depan. Menghitung liabilitas ini penting agar kita tahu persis berapa beban tersembunyi yang saat ini membebani bisnis kita.

Untuk kewajiban jangka pendek seperti gaji atau bonus bulanan cara menghitungnya sangat mudah. Anda hanya perlu mencatat sebesar jumlah uang yang memang belum dibayarkan kepada karyawan pada akhir bulan atau akhir tahun.

Untuk fasilitas seperti jatah cuti tahunan berbayar perhitungannya juga sangat logis. Perusahaan cukup menghitung nilai uang dari sisa hari cuti yang belum diambil oleh karyawan hingga batas periode pelaporan keuangan.

Sementara untuk urusan pesangon perhitungannya menggunakan estimasi terbaik dari jumlah uang yang kira-kira akan dibayarkan nantinya. Misalnya jika perusahaan memperkirakan harus menyiapkan dana darurat pesangon sebesar lima puluh juta rupiah, maka angka itulah yang dicatat.

Bagian yang butuh perhatian lebih adalah imbalan pasca kerja atau persiapan dana pensiun karyawan. Standar akuntansi ringan ini mengizinkan pendekatan yang jauh lebih sederhana ketimbang aturan aslinya untuk perusahaan besar.

Perusahaan bisa menggunakan metode unit kredit yang diproyeksikan dengan asumsi yang jauh disederhanakan. Metode unit kredit ini ibarat memecah total target tabungan pensiun menjadi porsi kecil yang diakui setiap tahun karyawan bekerja.

Jika karyawan akan bekerja selama sepuluh tahun maka setiap tahun berjalan perusahaan ibarat menabung satu per sepuluh dari haknya. Keuntungannya kita boleh mengabaikan prediksi kenaikan gaji di masa depan jika datanya memang sangat sulit didapatkan.

Hal ini tentu sangat meringankan beban kerja bagian personalia dan keuangan dalam mengolah data karyawan. Standar akuntansi ini memberikan fleksibilitas bagi usaha kecil untuk mengukur kewajibannya tanpa harus memiliki sistem yang mahal.

Pengungkapan Laporan yang Tidak Bikin Pusing

Selain cara berhitung ada satu lagi istilah penting yaitu pengungkapan yang wajib ada di laporan keuangan. Pengungkapan ibarat memberi catatan kaki atau penjelasan singkat di halaman belakang agar pembaca mengerti asal usul angkanya.

Pada perusahaan berskala raksasa bagian penjelasan ini bisa menghabiskan puluhan halaman dokumen yang sangat detail. Mereka harus membedah seluruh asumsi ekonomi dan pergerakan investasi yang dipakai untuk menebak masa depan.

Namun dalam standar versi ringan ini aturan penjelasannya dipangkas menjadi sangat ringkas dan ramah pembaca. Perusahaan hanya perlu menuliskan berapa total beban kewajiban yang ditanggung dan deskripsi singkat program pensiun yang dijalankan.

Mengapa Penerapan Standar Ini Sangat Penting

Tujuan utama dari penerapan standar pencatatan ini adalah agar bisnis Anda memiliki jaring pengaman keuangan. Anda tidak akan lagi menemukan cerita horor di mana perusahaan mendadak kesulitan uang karena ada tiga karyawan pensiun bersamaan.

Dengan mencatat kewajiban sejak dini Anda sedang mencegah terjadinya ilusi keuntungan fiktif pada bisnis. Laporan keuangan akan menampilkan kondisi laba rugi yang paling jujur tanpa menutupi tagihan pesangon di masa mendatang.

Kepatuhan dalam mencatat hak karyawan ini juga akan menghindarkan perusahaan dari risiko denda hukum ketenagakerjaan di kemudian hari. Anda bisa menjalankan kegiatan operasional bisnis dengan lebih tenang tanpa bayang-bayang tuntutan dari karyawan maupun serikat pekerja.

Tujuan lainnya adalah untuk menciptakan transparansi di mata calon mitra bisnis atau perbankan komersial. Ketika sebuah usaha menengah mengajukan pinjaman modal ke bank kelengkapan laporan keuangan akan dibedah secara mendalam.

Jika bank melihat bahwa Anda sudah mencadangkan kewajiban masa depan karyawan profil risiko bisnis Anda akan dinilai sangat baik. Mereka melihat Anda sebagai pengusaha yang bertanggung jawab dan sangat paham cara mengelola arus kas masa depan.

Langkah Cerdas untuk Masa Depan Bisnis Anda

Mengelola kewajiban karyawan ibarat merawat mesin utama kapal agar perjalanan bisnis Anda tidak mendadak mogok di tengah laut. Memahami bahwa ada standar akuntansi yang lebih sederhana tentu memberikan kelegaan bagi para pengusaha menengah.

Namun begitu proses pencatatan ini tetap membutuhkan ketelitian dalam memproses datanya agar sesuai dengan regulasi dan kenyataan di lapangan. Proses perhitungan kewajiban karyawan membutuhkan ketelitian dan keahlian khusus sehingga Anda tidak perlu menghabiskan waktu berhari-hari memusingkan deretan angka tersebut sendirian. Jika bisnis Anda sedang mencari konsultan aktuaria terpercaya untuk jasa perhitungan imbalan kerja karyawan, jangan ragu untuk segera menghubungi tim kami.

Siap Hadapi Audit Tanpa Revisi?

Dapatkan laporan valuasi aktuaria PSAK 219 yang akurat, sesuai regulasi terbaru, dan 100% didukung saat audit bersama aktuaris tersertifikasi kami.