Pernahkah Anda berdiskusi dengan tim manajemen keuangan dan kebingungan saat harus memilih skema pensiun untuk karyawan? Di satu sisi, Anda ingin memberikan penghargaan terbaik atas loyalitas mereka. Di sisi lain, Anda khawatir skema yang salah justru akan membebani arus kas operasional di masa depan.

Kebingungan ini sangat wajar terjadi. Dalam mengelola kewajiban masa depan karyawan, perusahaan umumnya dihadapkan pada dua pilihan utama. Pilihan tersebut adalah Defined Benefit dan Defined Contribution.

Memahami perbedaan keduanya sangat krusial. Keputusan yang Anda ambil hari ini akan menentukan seberapa besar risiko finansial yang harus ditanggung perusahaan belasan atau puluhan tahun dari sekarang.

Mengenal Konsep Defined Contribution

Defined Contribution atau Program Pensiun Iuran Pasti adalah skema yang paling sederhana dan bersahabat bagi manajemen keuangan perusahaan. Sesuai namanya, hal yang pasti dalam program ini hanyalah besaran iuran yang disetorkan setiap periode.

Cara kerjanya mirip dengan menabung rutin secara reguler. Perusahaan menyisihkan sejumlah uang dengan nominal atau persentase tetap dari gaji karyawan ke sebuah lembaga pengelola dana. Setelah uang tersebut disetorkan ke lembaga terkait, kewajiban perusahaan pada bulan tersebut selesai sepenuhnya.

Berapa jumlah uang yang akan diterima karyawan saat pensiun nanti? Jawabannya sangat bergantung pada hasil investasi dari dana yang telah terkumpul. Jika hasil investasinya bagus, saldo karyawan akan membesar secara signifikan.

Dalam skema ini, risiko fluktuasi investasi sepenuhnya berada di pihak karyawan. Perusahaan tidak memiliki kewajiban sedikit pun untuk menutupi kerugian investasi atau menambah dana jika target nilai pensiun dirasa tidak memadai.

Membedah Skema Defined Benefit

Berbeda secara konsep dengan skema sebelumnya, Defined Benefit atau Program Pensiun Manfaat Pasti memberikan kepastian nilai tunai di akhir masa kerja. Perusahaan secara tertulis berjanji akan memberikan sejumlah uang tertentu kepada karyawan saat mereka memasuki masa pensiun.

Besaran uang ini tidak ditentukan secara asal atau sekadar tebakan. Angkanya dihitung berdasarkan rumusan baku yang mempertimbangkan masa pengabdian dan besaran gaji terakhir karyawan. Contoh nyata dari penerapan skema ini adalah aturan pesangon sesuai undang-undang ketenagakerjaan yang berlaku saat ini.

Karena angka akhir yang dijanjikan sudah pasti, maka kewajiban pendanaan perusahaan menjadi sangat dinamis. Perusahaan dituntut untuk menyisihkan dana sejak hari ini demi memastikan janji finansial tersebut bisa dibayarkan lunas di masa depan.

Di sinilah letak letak perbedaan terbesarnya. Seluruh risiko investasi dan risiko kekurangan dana ditanggung secara penuh oleh perusahaan. Jika uang yang dicadangkan ternyata kurang karena faktor pasar, perusahaan wajib mengeluarkan dana talangan untuk menutup selisih kerugian tersebut.

Mana yang Lebih Tepat untuk Perusahaan?

Memilih di antara kedua skema tersebut sangat bergantung pada kesiapan finansial dan strategi retensi sumber daya manusia di tempat Anda. Skema iuran pasti sangat ideal untuk perusahaan yang menginginkan prediktabilitas pengeluaran rutin yang presisi setiap bulannya.

Pencatatannya dalam buku laporan keuangan juga tergolong sangat sederhana. Anda tidak perlu mencemaskan utang masa depan yang menumpuk karena semua kewajiban biaya langsung diselesaikan dan dibukukan pada bulan berjalan.

Sebaliknya, skema manfaat pasti seringkali lebih disukai oleh karyawan karena memberikan garansi keamanan finansial di hari tua. Skema ini terbukti sangat efektif untuk mengunci loyalitas karyawan bertalenta agar terus berkarya di perusahaan Anda dalam jangka waktu yang panjang.

Namun skema manfaat pasti ini menuntut tingkat disiplin pencadangan keuangan yang sangat ketat. Perusahaan tidak bisa sekadar membuat estimasi kasar mengenai berapa dana yang harus disiapkan tanpa adanya perhitungan terukur.

Langkah Cerdas Mengamankan Keuangan Bisnis

Mengelola program kesejahteraan pasca kerja adalah investasi jangka panjang yang menentukan reputasi serta stabilitas perusahaan Anda. Keputusan strategis yang diambil tanpa mitigasi matang bisa berujung pada munculnya kewajiban mendadak yang menguras likuiditas operasional.

Menghitung kewajiban masa depan seperti pesangon atau pensiun manfaat pasti melibatkan banyak variabel kompleks mulai dari asumsi kenaikan gaji hingga pergerakan tingkat inflasi. Proses perhitungan kewajiban karyawan membutuhkan ketelitian dan keahlian khusus sehingga Anda tidak perlu memusingkannya sendirian. Untuk memastikan laporan keuangan Anda selalu akurat dan terhindar dari risiko tersembunyi, Anda bisa menggunakan jasa konsultan aktuaria yang terpercaya untuk memberikan layanan jasa perhitungan imbalan kerja karyawan yang sesuai regulasi.

Siap Hadapi Audit Tanpa Revisi?

Dapatkan laporan valuasi aktuaria PSAK 219 yang akurat, sesuai regulasi terbaru, dan 100% didukung saat audit bersama aktuaris tersertifikasi kami.