Banyak perusahaan merasa bingung ketika menerima dua angka kewajiban imbalan kerja yang berbeda. Satu angka berasal dari laporan aktuaria untuk kebutuhan laporan keuangan, sementara angka lainnya digunakan untuk kebutuhan pendanaan program manfaat karyawan.

Pertanyaan yang sering muncul adalah: jika sama-sama menghitung kewajiban imbalan kerja, mengapa hasilnya bisa berbeda?

Pemahaman mengenai perbedaan liability funding dan liability accounting penting bagi HR, Finance, maupun manajemen perusahaan karena keduanya memiliki tujuan yang berbeda dan dapat memengaruhi keputusan bisnis secara berbeda pula. Pembahasan ini sejalan dengan prinsip valuasi aktuaria, pengukuran kewajiban, serta kebutuhan audit yang dijelaskan dalam dokumentasi referensi imbalankerja.id.

Apa Itu Liability Accounting?

Liability accounting adalah kewajiban imbalan kerja yang dihitung untuk tujuan pelaporan keuangan sesuai PSAK 219.

Angka ini digunakan untuk menunjukkan berapa besar kewajiban perusahaan kepada karyawan apabila dihitung menggunakan standar akuntansi yang berlaku pada tanggal laporan keuangan.

Dalam praktik aktuaria, angka yang sering muncul adalah nilai kini kewajiban manfaat pasti atau PVDBO. Nilai tersebut dihitung menggunakan metode Projected Unit Credit (PUC), dengan mempertimbangkan berbagai asumsi seperti tingkat diskonto, kenaikan gaji, usia pensiun, mortalitas, dan tingkat turnover karyawan.

Tujuan utama liability accounting bukan untuk menentukan berapa dana yang harus disetor perusahaan hari ini, melainkan untuk menyajikan posisi keuangan yang wajar dan sesuai standar akuntansi.

Karena itu, angka ini menjadi perhatian auditor, investor, kreditur, dan pihak yang menggunakan laporan keuangan perusahaan.

Apa Itu Liability Funding?

Berbeda dengan liability accounting, liability funding berfokus pada kebutuhan pendanaan.

Pertanyaan yang ingin dijawab bukan lagi “berapa kewajiban yang harus dilaporkan di laporan keuangan?”, tetapi “berapa dana yang perlu disiapkan perusahaan agar kewajiban tersebut dapat dibayar di masa depan?”

Dalam pendekatan funding, perusahaan biasanya mempertimbangkan strategi pendanaan jangka panjang. Misalnya:

  • Berapa dana yang perlu dialokasikan setiap tahun?
  • Apakah aset yang tersedia sudah cukup?
  • Apakah terdapat kekurangan dana yang harus ditutup?
  • Bagaimana dampaknya terhadap arus kas perusahaan?

Karena fokusnya adalah pendanaan, asumsi yang digunakan bisa berbeda dari asumsi akuntansi. Akibatnya, nilai liability funding sering kali tidak sama dengan liability accounting.

Mengapa Angkanya Bisa Berbeda?

Perbedaan paling umum berasal dari tujuan perhitungannya.

Liability accounting dirancang untuk memenuhi kepatuhan PSAK 219 dan kebutuhan audit laporan keuangan.

Sementara itu, liability funding dirancang untuk membantu perusahaan mengelola risiko pembayaran manfaat di masa depan.

Beberapa faktor yang dapat menyebabkan perbedaan angka antara keduanya antara lain:

Tingkat Diskonto

Dalam perhitungan accounting, tingkat diskonto biasanya mengikuti ketentuan PSAK 219 yang mengacu pada kondisi pasar pada tanggal valuasi.

Dalam funding, perusahaan dapat menggunakan pendekatan yang lebih mencerminkan strategi investasi atau target hasil pengelolaan dana jangka panjang.

Perbedaan kecil pada tingkat diskonto saja dapat menghasilkan selisih kewajiban yang cukup signifikan.

Tujuan Pengukuran

Accounting berorientasi pada pelaporan.

Funding berorientasi pada kesiapan pembayaran manfaat.

Karena tujuannya berbeda, hasil akhirnya juga dapat berbeda.

Kebijakan Pendanaan

Perusahaan dapat memilih untuk mendanai seluruh kewajiban sekaligus, mendanai secara bertahap, atau bahkan belum memiliki program pendanaan khusus.

Keputusan tersebut memengaruhi besarnya funding liability yang digunakan dalam perencanaan keuangan.

Dampaknya bagi Perusahaan

Banyak perusahaan hanya fokus pada liability accounting karena angka tersebut muncul dalam laporan keuangan.

Padahal, mengabaikan aspek funding dapat menimbulkan risiko bisnis yang tidak kecil.

Sebagai contoh, sebuah perusahaan mungkin memiliki laporan keuangan yang terlihat sehat karena kewajiban imbalan kerjanya sudah dicatat sesuai PSAK 219. Namun jika perusahaan tidak memiliki strategi pendanaan yang memadai, kebutuhan pembayaran manfaat di masa depan dapat memberikan tekanan besar terhadap arus kas.

Risiko ini biasanya mulai terlihat ketika banyak karyawan senior memasuki masa pensiun atau ketika terjadi restrukturisasi perusahaan yang memicu pembayaran pesangon dalam jumlah besar.

Sebaliknya, perusahaan yang hanya fokus pada funding tanpa memperhatikan aspek accounting juga dapat menghadapi masalah audit dan kepatuhan laporan keuangan.

Karena itu, kedua pendekatan tersebut seharusnya saling melengkapi, bukan saling menggantikan.

Mana yang Lebih Penting?

Jawabannya adalah keduanya penting.

Liability accounting membantu perusahaan memenuhi kewajiban pelaporan dan menjaga kepatuhan terhadap PSAK 219.

Liability funding membantu perusahaan memastikan ketersediaan dana ketika manfaat karyawan harus dibayarkan.

Bagi Finance Director, liability accounting lebih berkaitan dengan neraca, laba rugi, dan audit laporan keuangan.

Bagi manajemen perusahaan, liability funding lebih berkaitan dengan pengelolaan risiko jangka panjang dan perencanaan kas.

Perusahaan yang memahami kedua perspektif ini biasanya memiliki pengelolaan kewajiban imbalan kerja yang lebih baik dan lebih siap menghadapi perubahan kondisi bisnis.

Mengelola Kewajiban dengan Perspektif yang Tepat

Perbedaan antara liability funding dan liability accounting bukanlah kesalahan perhitungan, melainkan konsekuensi dari tujuan yang berbeda.

Accounting membantu perusahaan memenuhi kebutuhan pelaporan keuangan dan audit. Funding membantu perusahaan mempersiapkan sumber dana untuk memenuhi kewajiban kepada karyawan di masa depan.

Karena perhitungan ini melibatkan metodologi aktuaria, asumsi keuangan, serta ketentuan PSAK 219 yang terus berkembang, perusahaan perlu memastikan bahwa seluruh angka yang digunakan dapat dipertanggungjawabkan. Pendekatan yang tepat membantu perusahaan menjaga kepatuhan akuntansi sekaligus mengelola risiko keuangan jangka panjang.

Jika perusahaan Anda membutuhkan bantuan dalam penyusunan laporan aktuaria untuk kebutuhan audit, PSAK 219, maupun analisis pendanaan kewajiban karyawan, tim imbalankerja.id siap membantu melalui dukungan konsultan aktuaria dan jasa perhitungan imbalan kerja karyawan yang akurat, terdokumentasi dengan baik, serta sesuai kebutuhan pelaporan keuangan perusahaan.

Siap Hadapi Audit Tanpa Revisi?

Dapatkan laporan valuasi aktuaria PSAK 219 yang akurat, sesuai regulasi terbaru, dan 100% didukung saat audit bersama aktuaris tersertifikasi kami.